279 Juta Data Penduduk Indonesia Bocor dan Diperjualbelikan

  • Bagikan
279 Juta Data Penduduk Indonesia Bocor dan Diperjualbelikan

NONGKI.NET – Genteng bocor bisa ditambal tapi tidak bisa dijual, lah kalau yang bocor data pribadi gimana?. Tidak bisa ditambal tapi bisa dijual tapiii kita kehilangan privasi.

kali ini data penduduk negara tercinta kita Indonesia bocor lagi dan tentu diperjualbelikan lagi. Jumlah yang bocor tidak tanggung-tanggung juga, yakni 279 juta data pribadi, wiiih melebihi penduduk nusantara saat ini kalau begitu, saat ini kan berjumlah 273 juta.

Btw, kejadian data penduduk bocor bukan pertama kali, Sebelumnya pada 27 November 2020,180 juta data penduduk bocor dan dijual di forum peretas yang sama dengan sekarang bernama Raid Forums. Parahnya data yang bocor bersumber dari data pemilih pada Pemilu 2019.

Lalu kapan kasus bocor data ini ketahuan?

Sebuah akun Twitter bernama @ndagels yang pertama kali mengabarkan kasus ini melalui cuitannya pada 20 mei. sebenarnya dia bertanya sih, kenapa gak ramai kitu maksudnya.

“Hayoloh kenapa ga rame ini data 279 juta penduduk indonesia bocor dan dijual dan bahkan data orang yg udah meninggal, kira – kira dari instansi mana?” cuitnya.

Pasca cuitan tersebut, rakyat Twitter gonjang-ganjng. ya pastinya karena cuitan tersebut banyak yang di-retweet. nah kalau cuitan viral, informasi awal mula kebocoran data muncul tanpa diundang.

Seorang pengguna bernama Kotz mengunggah sebuah penawaran di forum Raid Forums. Di forum, tertera Kotz mengunggah pada rabu (12//05) pukul 06.30. Dia bahkan menjelaskan kalau data itu poenya rakyat Indonesia.

Emang data apa aja yang bocor?

Waduh ndak bisa dibilang remeh hai Indonesia people.

Data yang bocor ternyata lengkap. Mulai dari nama, alamat, nomor telepon/handphone, KTP hingga gaji kalian gaes. Untung gak sampe data skripsi dan mantan. Si Kotz juga nyebut kalau data sebanyak 20 juta dilengkapi dengan foto pemilik. dan lagi Kotz nyantumin 1 juta data sampel biar kita percaya kalau data itu emang ori alias legit alias uwasslii.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif dr. Lie Darmawan, Seorang Dokter Dengan Hati Malaikat

Wadidaaaw

Tentu cuitan Mas Adem alias @ndagels bikin rakyat penasaran dong. So next banyak dari rakyat mencoba membuktikan keaslian data itu donggg.  Hasilnya ada yang mengaku menemukan namanya sendiri tapi nomor telepon masih yang 2014.

Ada pula yang iseng ngecek beberapa nama, alhasil nama-nama yang dicari betulan ada beserta medsosnya seperti Instagram, Facebook, dan Ask. FM bahkan ada yang menemukan data penduduk dari tahun 1920, wiiih penduduk sebelum kita merdeka sebagaimana cuitan @ndagels  ‘bahkan data orang yg udah meninggal‘.

Terus data darimana? Jonggol?

Ini yang menarik gaesss.

Menurut Tweet Teguh Aprianto, seorang konsultan kemanan siber dan pendiri Ethical Hacker Indonesia menyebut bahwa pelaku peretas memang mengaku “data yang bocor bersumber dari BPJS Kesehatan”. waduh instansi pemerintah lagiiii.

“Soal 279 juta data yg bocor, berdasarkan pengakuan dari pelaku, data tersebut bersumber dari @BPJSKesehatanRI. Kemudian dibantah oleh BPJS Kesehatan. Padahal yg punya field PSNOKA itu cuma mereka. Membantah tanpa investigasi jangan dijadiin kebiasaan, bikin orang tambah marah”.

Benar adanya kalau pihak BPJS menyangkal itu. Kata Kepala Humas BPJS Iqbal Anas Ma’ruf, pihaknya sudah punya tim khusus buat melacak dan menemukan asal usul sumber data itu.

Pihak mereka sih, mengklaim BPJS menjamin keamanan data peserta-pesertanya, termasuk dari JKN-KIS. Mereka juga punyaa sisitem keamanan data yang berlapis. Katanya juga, mereka rutin melakukan koordinasi dengan pihah-pihak terkait untuk memberikan perlindungan data maksimal. Jadi kerahasian data peserta mereka jamin aman.

Namun, kalau kata bang Ruby Alamsyah, dari sampel data gratis yang ia teliti menyimpulkan ada kecenderungan data mengandung informasi pribadi peserta jaminan layanan kesehatan.

Baca Juga:  Hujan 1 Juta Dosis Vaksin per Hari di Bulan Juni

Menurutnya, hal itu dibuktikan dengan adanya informasi yang disebut sebagai “nama panggung” dan “nomor kartu” seperti formulir jaminan layanan kesehatan yang dimiliki BPJS.

“Nomor kartu yang terisi ataupun terlihat di sana, nomor kartu semuanya memiliki 13 digit nomor, yang mana tiga depan angka pertama adalah nol. Kebetulan noka (nomor kartu) 13 digit dan tiga angka depan nol semua itu mirip dengan instansi pemerintah yang mengelola data asuransi masyarakat, yaitu BPJS,” jelas Ruby.

Ruby merujuk pada kategori dan isi data yang bocor seperti nama tertanggung, nomor NPWP, tanggal lahir, nomor handphone dan lain-lain. kemudian ia membandingkan dengan sistem yang ada pada sistem daring BPJS.

Selain itu Ruby dan pihaknya mencoba melakukan analisa secara acak pada data yang tertera dalam sampel dengan yang ada di internet, hasilnya cukup  banyak yang valid.

Dalam hal ini Kementerian Kominfo mengkonfirmasi kebenaran sumber data yang bersumber dari BPJS Kesehatan karena sampel data identik dengan data BPJS.

Kominfo mengabarkan telah mencegah penyebaran data lebih luas dengan memutus akses tautan untuk mengunduh data pribadi. Tiga tautan teridentifikasi yakni bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com. bayfiles.com dan mega.nz telah berhasil diputus sedangkan anonfiles.com dalam proses pemutusan.

Lalu kita harus bagaimana?

Well kali ini bukan kita yang salah tapi penyimpan dan pemroses data tapi selanjutnya kita harus berhati-hati dalam mengunjungi situs, apalagi situs berbau porno dan judi karena kedua itu rentan pencurian.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan