3 Buku Yang Bikin Jatuh Cinta Membaca

  • Bagikan
Buku Yang Bikin Jatuh Cinta Membaca

Buku Yang Bikin Jatuh Cinta Membaca – Jatuh cinta emang gak bisa ditebak, enggak kayak kentut yang kerasa kalau mau keluar.

Buku Yang Bikin Jatuh Cinta Membaca 

Lah kalau jatuh cinta membaca buku emang bisa ditebak? Gak bisa ditebak, tapi bisa diciptakan lol. Jatuh cinta pada manusia juga bisa diciptakan kata orang sepuh yang lagi nasihatin bujangan.

Saya bukan Najwa Shihab yang didaulat jadi duta baca Indonesia. Tujuan saya membaca agar saya tidak bisa patah hati eh juga biar dikira serius kuliah oleh orang tua, ssst itu boong.

Tentu tujuan saya membaca agar saya menemukan jati diri, memang berbeda dengan Fiersa Bersari yang menemukan jati diri sambil travelling Indonesia tapi saya meniru ucapannya. Dia berkata mungkin sambil ngopi menikmati senja sore hari “Ternyata jati diri bukan dicari tapi diciptakan”.

Memang sih, jatuh cinta pada buku itu sulit layaknya lagi berada di fase patah hati, iya sulit move on apalagi kena scroll medsos. Sebab saya bercita-cita menjadi duta baca Indonesia menggantikan mbak Nana panggilan akrab Najwa Shihab saya berjanji akan melakukan apa yang ia sarankan.

Tugas yang menantang, karena tradisi dan minat membaca kita yang masih lemah. Tapi saya percaya cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cuma satu buku. Cari buku itu. Mari jatuh cinta.” Nah kata mbak Nana cuma perlu satu buku kan?.

Ku beri tiga buku saja yang bisa bikin kalian jatuh cinta membaca, ini versiku lho ya.

1. Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur

“Huft, judulnya kok kitu kak, kamu mau nyesatin saya ya?”

Baca Juga:  Surat Cinta Untuk Fakboy Tersayang

Coba ingat perkataan pepatah Inggris “Don’t judge a book by it’s cover”, jangan diliat judulnya baca isinya entar jadi kebiasaan buruk lho.

Dari judul, buku ini memang kontroversial, tapi dari isi kalian tidak akan menyesal bahkan kalian bisa saja mengutuk kaum lelaki. Muhidin Dahlan dalam akun instatory instagramnya (@gusmuh12) pernah merepost akun lelaki lain yang merespon isi buku ini, dia berkata ”setelah membaca buku ini saya menyimpulkan bahwa yang ada dalam otak lelaki hanya selangkangan”. Awokwok, ini lelaki yang berpendapat bagaiamana lagi para keturunan hawa.

Buku bergenre fiksi religius ini menceritakan seorang muslimah yang sangat taat beribadah, tubuhnya dibaluti jubah dan hijab besar. Kesehariannya tak lepas dari sholat, dzikir dan Alqur’an, di tempat tinggalnya di sebuah pesantren mahasiswa di Jogja. Selain itu, setiap memiliki rezeki hampir ia sumbangkan untuk organisasinya agar cita-cita mendirikan negara Islam lekas terwujud.

Eh kemudian dia kecewa, lalu silahkan baca di bukunya.

Oh iya buat kamu yang ku kasih buku ini di hari lahirmu, khatamin ya!

2. Tuhan dan Hal-hal Yang Tak Selesai

Buku ini berisi 99 esai, waw banyak kali. Tunggu, jumlah esai emang banyak kayak nama-nama Tuhan tapi kalau jumlah kata esai, tak jauh beda dari jumlah kata status WA atau caption IG kalian bahkan bisa jadi lebih banyak jumlah kata tweet kalian.

Saat membaca jejeran esai dalam buku ini, kalian akan merasa terkadang tulisan ini saling mendukung atau saling membantah bahkan terasa berdikari alias berdiri sendiri. Yang jelas buku ini  bagus buat olahraga otak kalian geng. Buku tipis nan berat

Buku yang ditulis Goenawan Mohamad pasti akan mengajak otak kalian berkeringat, wes pokoknya pasti. Penulis sendiri sering dihujani kritik, hujatan, bahkan tuduh kafir oleh golongan yang terlalu mabok kanan di negeri ini. Hmm padahal menurutku karyanya lebih mengajak kita membumi seperti Gus Mus, Cak Nun, Sujiwo Tedjo, Agus Noor, Leila Chudori dan almarhum Gus Dur.

Baca Juga:  Acungkan Jari Tengah Pada Pacaran Toxic, Lalu Katakan TIDAK

Noh coba pahami esai halaman 19.

Seorang nabi menyerukan “Kita harus sampai di negeri yang diberkati dan dijanjikan!” Pada saat itu gurun pasir tertawa.

Ketika tujuan jadi asal muasal yang mendefinisikan sebuah perjalanan, tertawa, dari manapun datangnya, penting. Jalan sang nabi sempit. Gurun mengajaknya bergurau dan menikmati luas.

3. Seperti Dendam, Rindu Harus Terbayar Tuntas

Pertama, pastikan umur kalian 21 keatas, begitu yang tertera dalam sampul baku. Tapi setelah saya membaca, tidak ada yang berbahaya hanya saja sedikit penggunaan bahasa yang digunakan sedikit vulgar.

Buku ini ku pinjamkan saja ke anak SMA karena dia udah baca 1-3 lembar bagian depan tanpa sepengetahuanku. Hei jangan berpikiran saya mengajarkan yang tidak-tidak ya karena sudah meminjamkan anak dibawah umur sesuai rekomendasi penerbit. Intinya, bagi saya isi buku tidak vulgar gak kayak CERDAS (Cerita Dewasa) yang kalian baca.

Kedua,  pasti kalian akan jatuh cinta pada buku ini, apalagi novel ini difilmkan dan bakal tayang tahun ini.

Ketiga, saya tidak akan menyebut nama pengarangnya biar kalian cari sendiri yang pasti orangnya udah terkenal. Sering ngisi rubrik mingguan Jawa Pos dan juga pernah dapat penghargaan Internasional.

Keempat, kisahnya begini. Di puncak rezim yang kejam (kayak jaman orba sih), dua orang polisi sedang memerkosa orang gila. Sedangkan diluar jendela dua pemuda sedang mengintip mereka. Salah satunya ketangkap basah lalu disuruh ikut nyoba tapi takdir berkata lain tiba-tiba burungnya tertidur. Tugas kalian membaca buku salah satunya adalah untuk memahami burung. Wkwkwk.

Ingat jangan lupa membaca, itu perintah pertama Tuhan. Kalau kalian tidak suka membaca itu bukan salah kalian sepenuhnya juga salah guru kita kalau tidak menyuruh membaca. Dan juga teruntuk senior-senior mbok ya kalau nyuruh baca yang ringan-ringan duluu deh.

Baca Juga:  Wajib Ditonton! Serial Cinta dan Hal Rumit Lainnya Bakal Hebohkan GTunes

Apa guna membaca seh, mending ngegame bisa dapat fulus. iya jangan lupa ngegame sampe mampusss.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan