Inilah 5 Bahasa Asing yang diserap oleh Bahasa Indonesia

5 Bahasa Asing yang diserap oleh Bahasa Indonesia
Sumber: Pixabay

5 Bahasa Asing yang diserap oleh Bahasa IndonesiaSudahkah kalian tahu, kalau ada bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa asing?

5 Bahasa Asing yang diserap oleh Bahasa Indonesia

NONGKI – Sebagai bangsa yang majemuk dan memiliki banyak warga negara keturunan etnis asing, sudah tidak mengejutkan Indonesia memiliki banyak kosakata serapan dari berbagai bahasa di dunia.

Tercatat, ada 5 bahasa yang sangat sering diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Penyerapan ini disebut sebagai transliterasi.

Sebagian besar kosakata bahasa Indonesia yang kita gunakan merupakan hasil adopsi dari bahasa asing. Itulah yang menjadi alasan kenapa kita kerap menemukan kata dalam bahasa asing yang mirip dengan bahasa Indonesia.

Banyaknya kata serapan yang terdapat dalam Bahasa Indonesia menambah kekayaan makna di dalam bahasa tersebut. Berikut lima bahasa asing yang berkontribusi terhadap kata serapan dalam bahasa Indonesia.

1. Bahasa Sanskerta

Sudah bukan rahasia lagi kalau nenek moyang kita pada era kerajaan terdahulu memakai bahasa sanskerta. Ini dikarenakan pada saat itu bangsa kita sangat terpengaruh oleh corak hindu yang dibawa oleh kerajaan-kerajaan yang menganut agama hindu.

Bahasa ini merupakan bahasa asing pertama yang diserap oleh bangsa Indonesia. Dibuktikan oleh banyak arkeologi yang menemukan prasasti kerajaan terdahulu. Salah satu prasasti tersebut adalah Talang Tuo di Palembang yang menggunakan kosakata bahasa Sanskerta pada 684 M.

Bahasa Sanskerta merupakan bahasa yang berasal dari India. Bahasa ini sangat kental dengan agama hindu yang menjadi agama mayoritas di India.

Bahasa sankserta menjadi sarana penyebaran agama Hindu dan Budha sejak abad ke-7. Bahasa sanskerta juga kerap digunakan dalam aktivitas perdagangan rempah-rempah dari India.

Contoh serapan bahasa sanskerta: Pancasila, aneka, anugrah, bahasa, bencana, dan bicara

2. Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa kedua yang diserap oleh bangsa Indonesia. Ini tidak terlepas dari pengaruh Islam di Indonesia. Banyaknya kerajaan Islam di Nusantara pada saat itu, juga pengaruh pendidikan Islam membuat masyarakat Indonesia banyak mempelajari bahasa Arab.

Sebelum masa kolonial, kerajaan-kerajaan di Indonesia menjadikan huruf Arab sebagai huruf standar dalam penulisan dokumen dan surat-surat kerajaan. Bahasa Arab pun diajarkan dalam setiap sekolah-sekolah kerajaan.

Ini terjadi karena masyarakat yang telah meninggalkan huruf-huruf sanskerta dan belum mengenal huruf alphabet.

Bahasa arab juga menjadi sarana penyebaran agama Islam di Indonesia sejak abad ke-12. Banyak karya sastra cendikiawan nusantara kala itu yang ditulis dengan huruf Arab.

Contoh: abad, adab, adat, adil, dan akrab.

3. Bahasa Portugis

Bangsa Portugis adalah bangsa eropa pertama yang menjelajahi nusantara. Meski tidak pernah menguasai nusantara secara massive seperti belanda, pengaruh Portugis terasa lebih kuat dari Belanda di bidang bahasa.

Bangsa Portugis awalnya mendirikan wilayah kolonial di daerah Malaka, kemudian mereka mulai menaklukan Laut Banda. Kolonialisme Portugis tida berlangsung lama karena bangsa eropa lain seperti Belanda, Inggris, Spanyol mulai bedatangan.

Meski tidak berlangsung lama, banyak sekali bangsa melayu yang menyerap bahasa Portugis. Bangsa Melayu dan orang-orang di sekitaran laut Banda juga memiliki kemampuan penyerapan bahasa yang sangat cepat.

Bahasa ini sendiri mulai dikenal oleh masyarakat penutur bahasa melayu sejak 1511 ketika bangsa mereka menduduki Malaka.

Pada abad ke-17 selain bahasa Melayu, bahasa Portugislah yang menjadi lingua franca antar etnis. Bangsa Portugis pun kerap menyebarkan injil keagamaan untuk penduduk setempat.

Contoh kata serapan: bendera, celana, gardu, keju, dan mentega.

4. Bahasa Belanda

Belanda memberi banyak warisan serapan dalam bahasa Indonesia. Ini dikarenakan panjangnya masa kolonialisme Belanda di Indonesia. Kosakata bahasa Belanda yang paling banyak diserap ialah pada ranah administrasi dan pemerintahan.

Sampai sekarang bahasa Belanda masih dipelajari di perguruan tinggi. Jurusan sejarah dan hukum di Indonesia mewajibkan mata kuliah.

Ini dikarenakan banyak dokumen sejarah yang berbahasa Belanda. Buku-buku terdahulu juga ditulis dengan ejaan lama atau ejaan Belanda. Hukum-hukum di Indonesia sebagian juga masih berasal dari hukum zaman kolonial Belanda.

Beberapa UU di Indonesia merupakan hukum Belanda yang dianggap masih relevan dan dapat digunakan, sehingga DPR dapat merancang UU di bidang lain yang masuk dalam prioritas.

Contoh kosakata serapan bahasa Belanda: abonemen, blangwir, akuntansi, dinas, dan kasir.

5. Bahasa Inggris

Inggris pernah menyebarkan budaya dan bahasanya di masa lalu meski tidak lama. Pada saat itu memang Inggris banyak berinteraksi dengan bangsa melayu dan jawa.

Usai era kemerdekaan, kosakata bahasa inggris masuk melalui hubungan internasional. Sampai sekarang beberapa kali KBBI menambahkan beberapa kosakata bahasa Inggris.

Ini dikarenakan di era globalisasi bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa yang universal sehingga seluruh negara di dunia menggunakan bahasa inggris untuk menjalin hubungan bilateral dan multilateral.

Banyaknya pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah membuat banyak sekali kosakata bahasa inggris yang diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Contoh: figur, partisipasi, inovasi, kuis, dan proyek.

Baca juga artikel ‘ADA PENGARUH PENJAJAH TERHADAP BAHASA NAMA DI NEGARA BEKAS JAJAHAN dan artikel edukasi lainnya dirubrik ‘EDUKASI’

Respon (19)

  1. First off I would like to say superb blog!
    I had a quick question in which I’d like to ask if you don’t mind.
    I was curious to find out how you center yourself and clear your thoughts
    before writing. I have had difficulty clearing my
    mind in getting my thoughts out. I do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are generally lost simply just trying
    to figure out how to begin. Any recommendations or hints?

    Many thanks!

  2. I got this web page from my buddy who informed me on the topic of
    this website and at the moment this time I am visiting this site and reading very informative articles at
    this time.

  3. I do trust all of the ideas you’ve offered in your post. They are really convincing and will definitely work. Still, the posts are very quick for beginners. May just you please lengthen them a little from subsequent time? Thank you for the post.

  4. Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter
    updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some
    time and was hoping maybe you would have some experience
    with something like this. Please let me know if you run into anything.
    I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  5. A motivating discussion is worth comment. There’s no doubt that that you should write more about this
    issue, it may not be a taboo matter but usually people don’t
    speak about these issues. To the next! All
    the best!!

  6. Nice post. I was checking continuously this blog and I am impressed!
    Very helpful information specially the last part 🙂 I care for such
    information much. I was looking for this certain information for a very long time.
    Thank you and good luck.

  7. It’s a shame you don’t have a donate button! I’d without a doubt donate to this outstanding blog! I guess for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account. I look forward to brand new updates and will talk about this website with my Facebook group. Chat soon!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *