Mengingat Abu Bakar ar-Razi: Ilmuwan Muslim Asal Iran Penemu Cacar

  • Bagikan
Abu Bakar ar-Razi
Sumber: CNN Indonesia

Abu Bakar ar-Razi Pernah sakit cacar? Pasti pernah. Tau penemunya? Belum ya. Simak sedikit kisah Muhammad bin Zakariya al Razi

Abu Bakar ar-Razi, Cendekiawan Muslim

Abu Bakar al-Razi dan Risalah Etika Kedokteran | GEOTIMES

Banyak dari tokoh-tokoh muslim dulu yang menjadi ahli bahkan pencetus awal suatu pengetahuan. Yang hebat lagi banyak dari tokoh-tokoh terdahulu yang menguasai tidah hanya dalam satu bidang pengetahuan seperti Imam ghozali, Ibnu Sina, al Farobi, Ibnu Haitam, Imam Syafi’i dsb, yang ahli tentang kedokteran, tafsir, fiqih, filsafat dan banyak juga yang sekaligus menguasai sastra dan music.

Diantara sekian tokoh-tokoh muslim ada satu tokoh menarik untuk dibahas yang sedikit berbeda yaitu Abu Bakar ar-Razi di barat biasa di panggil Rhazes. Tokoh hebat yang lahir di Ray daerah Khurasan. Iran sekitar tahun 865 M, apa yang menarik dari Abu Bakar ar-Razi? Abu Bakar ar-Razi termasuk dari sekian tokoh yang berhasil menempatkan kegabutannya pada kebaikan. Berikut adalah beberapa kegabutannya yang sedikit akan saya ceritakan:

Masa remaja

Selain memang terlahir sebagai orang yang cerdas, selayaknya remaja pada umumnya Abu Bakar ar-Razi melewati masa remajanya dengan berkarir sebagai tukang intan, penukar uang dan tentunya dalam kegabutan menghadapi dunia bisnis dan bekerja ia menjadikan musik sebagai salahsatu obatnya, bahkan termasuk ahli dalam memainkan musik terutama Kecapi.

Layaknya sifat manusia pada umumnya, Ketika mengalami kebosanan dan gabut dengan semua pergulatan kehidupan (bisnis, bekerja dsb.) Abu Bakar ar-Razi mengalihkannya dengan cara belajar. Keren bukan? Gabut, lalu belajar.

Beliau mempelajari Alkemi atau Kimia, sehihingga ia terkenal sebagai orang pertama yang menghasilkan Asam sulfat, dan mungkin perlu dicontoh anak remaja sekarang, selain mempelajari Abu Bakar ar-Razi juga mencatatnya sehingga menghasilkan sebuah kitab dalam bidang kimia yaitu al-Asrar ( yang membahas sebuah teknik penanganan zat kimia dan manfaatnya) juga buku Liber Experimentorum (yang menjadi cikal bakal Kimia organik dan non-organik).

Baca Juga:  Kisah Inspiratif dr. Lie Darmawan, Seorang Dokter Dengan Hati Malaikat

Pada usia menjelang tua

Setelah sekian lama mendalami kimia, dan tentunya melakukan berbagai penelitian dan percobaan sehingga sampai pada umur 30 tahun yang pada suatu saat dalam percobaaan kimia yang beliau lakukan menjadikan matanya cacat.

Sehingga kejadian tersebut dikatakan sebagai sebab beliau mengalami gabut dan meninggalkan Alkemi. Dan untuk yang kesekian kalinya ia mengalihkan atas kegabutan matanya yang cacat dengan sesuatu yang tepat yaitu mencari seorang dokter sehingga darinya menjadi awal keinginannya untuk mempelajari ilmu kedokteran.

Ali bin Sahal at-Thobari adalah sosok guru tentang kedokteran dan sekaligus yang menjadikan Abu Bakar ar-Razi tertarik pada filsafat. Sehingga beliau menjadi dokter ahli di kampung halamannya hingga mengantarkannya menjadi kepala rumah sakit di Ray dan terus meroket hingga menjadi kepala rumah sakit di Baghdad.

Sebagai ilmuan yang hebat dan terkenal Abu Bakar ar-Razi memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran penting dalam khazanah ilmu pengetahuan terutama dalam bidang kedokteran yaitu:

  1. Abu Bakar ar-Razi adalah orang pertama yang menjelaskan secara ilmiah mengenai pengakit cacar dan campak sehingga beliau menjelaskan dalam satu kitab al Judari Wal Hasbah.
  2. Abu Bakar ar-Razi juga berjasa sebagai orang pertama yang menjelaskan tentang alergi dan imunologi dan menjelaskan mekanisme tubuh bagi orang yang demam.
  3. Jasa besarnya juga tentang etika kedokteran, baginya tujuan utama seorang dokter adalah bermanfaat bagi masyarakat dan berbuat baik kepada siapapun.

Disini tidak saya bahas mengenai pemikiran filsafatnya Abu Bakar ar-Razi, karena saya pikir itu berat buat kalian hhhh. karena yang terpenting bahagialah nikmatilah syukurilah dat tetep jangan gabut gak apa gabut asal bisa menempatkannya pada kebaikan.

Baca juga artikel tentang SEJARAH lainnya di rubrik ‘BABAD

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan