Belum Rilis, Drama Korea Snowdrop Sudah Dihujat

  • Bagikan
Belum Rilis, Drama Korea Snowdrop Sudah Dihujat

Drama Korea Snowdrop – Bagi kita yang mengikuti perkembangan K-Drama, pasti udah tau dong Snowdrop Series. Meski belum rilis, tapi trailer, sinopsis, dan promosinya udah ada dimana-mana.

Drama Korea Snowdrop Sudah Dihujat Meski Belum Rilis

Tkaipi ada satu kabar nih yang bikin kita terkejut, drakor ini lagi dihujat di negaranya, bahkan sampai ada petisi yang menolak drama ini ditayangkan.

Wow, kira-kira kenapa ya sampai ini terjadi? Langsung aja kita bahas.

Berdasarkan laporan dari CNN, kronologi ini berawal dari sejumlah masyarakat korea yang merasa kecewa dengan drama Korea Joseon Exorcist. Banyak penyimpangan nilai sejarah yang terjadi di drama itu. Drama itu pun sempat dihentikan sementara, ternyata peristiwa ini memberikan efek domino ke beberapa drama lain.

Drama bertema sejarah lainnya yaitu Mr. Queen dan Snowdrop juga ditolak oleh masyarakat. Tapi untuk drama Mr. Queen nasibnya lebih baik karena telah tamat sehingga tidak ada penghentian, berbeda nasib dengan Snowdrop yang bahkan sinopsisnya saja belum rilis, tapi sudah mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Minggu, 28 Maret 2021 muncul petisi yang meminta produksi drama korea Snowdrop dihentikan. Tak tanggung-tanggung lebih 220.000 orang telah menandatangani petisi tersebut. Petisi itu dilayangkan ke Blue House atau Gedung Kepresidenan Korea Selatan. Ada beberapa alasan yang membuat mereka meminta hal tersebut.

Dilansir dari Narasi News, alasan pertama karena tokoh utama dari film yang berlatar tahun 1987 itu adalah mata-mata yang menyusupi gerakan aktivis mahasiswa. Alasan kedua adalah pemimpin NSP (badan intelejen nasional korea selatan) dalam film tersebut digambarkan dengan watak yang lugas dan adil. Padahal pada tahun tersebut NSP dianggap sebagai bagian dari resim otoriter yang menindas rakyat. Penampilan karakter seperti itu bisa membuat perubahan citra dan pembiasan fakta sejarah.

Baca Juga:  Menkes Mengakui Stok Vaksin Terbatas, Kemenkes Minta Daerah Dahulukan Dosis Pertama

Sekilas tentang sejarah Korea Selatan 1987, pada saat itu terjadi demonstrasi besar-besaran untuk melawan rezim otoriter Chun Doo-Hwan pada saat itu. Situasi politik kala itu sangat panas dan mencekam (mungkin sama seperti 1998 di Indonesia).

Ini berawal dari peristiwa berdarah Gwangjuu 1980, di mana pada saat itu massa mahasiwa prodemokrasi dibanti oleh rezim otoriter. Ini membangkitkan semangat rakyat Korea Selatan untuk melengserkan pemerintahan pada saat itu.

Puncaknya tahun 1988, presiden Chun Doo-Hwan mundur. Selama masa kekuasaan Chun Doo-Hwan, NSP dianggap sebagai bawahan langsung dari pemerintah dan terlibat dalam pembantaian aktivis mahasiswa. NSP juga dianggap musuh demokrasi.

Kembali pada kisah drama Snowdrop. Kamis, 29 Juli 2021 pemerintah Korea Selatan menolak petisi penghentian produksi drama Snowdrop.

Dikutip dari Narasi News undang-undang penyiaran Korea Selatan menjamin kebebasan setiap program yang disiarkan. Ini juga disebabkan karena petisi itu hanya mengacu draft sinopsis yang bocor ke media.

Artinya itu semua belum resmi, dan hanya potongan kecil yang tidak lengkap. JTBC selaku televisi yang memproduksi film tersebut juga telah mengonfirmasi bahwa tidak ada unsur meremehkan ataupun ingin mengubah pandangan terhadap fakta sejarah. JTBC juga mengatakan bahwa Snowdrop adalah komedi satir yang ingin menyinggung pemilihan presiden pada saat itu yang tidak wajar.

Eva Latifah, dosen pengampu mata kuliah Drama Korea Universitas Indonesia mencoba memberikan komentarnya. Eva mengungkapkan kepada CNN pada 31 Maret 2021 bahwa sebetulnya kritik terhadap film atau drama kroea bertema sejarah sudah ada, tetapi akhir-akhir ini kembali ramai.

Alasan utama adalah karena akses internet lebih tinggi sehingga masyarakat jadi lebih sadar kalau drama dan film korea sudah mendunia. Produsen film harus berhati-hati, karena sedikit pergeseran makna dapat mencoreng citra Korea Selatan.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Diganjar Penghargaan Trisakti Tourism Award 2021 Dari DPP PDIP

Kabar terakhinya, drakor tersebut menurut sebuah media Pop Crave dilansir dari @coppamagz menyebut bahwa Snowdrop akan tayang pada 10 September mendatang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan