Pendaftaran BU Dibuka, Begini Cara Mendaftar Beasiswa Unggulan 2021

  • Bagikan
Cara Mendaftar Beasiswa Unggulan 2021

NONGKI.NET – Cara Mendaftar Beasiswa Unggulan 2021 > Sudah baca postingan kemarin kan? Berminat untuk daftar BU? Ok biar ku perjelas cara daftar beasiswa unggulan.

NONGKI.NET – Asumsiku, postingan kemarin cukup membuat teman-teman berminat, hingga sekarang akhirnya memutuskan mencari tahu lebih lanjut bagaimana prosedur pendaftarannya.

Baiklah, sebelumnya ijinkan aku memperkenalkan kembali tentang BU (yang kemarin sepertinya ada yang tertinggal, haha).

Cara Mendaftar Beasiswa Unggulan 2021

BU (Beasiswa Unggulan) sebenarnya punya nama resmi yang lebih panjang, Beasiswa Unggulan Maasyarakat Berprestasi. Sesuai namanya, beasiswa ini diberikan kepada masyarakat yang (1) berprestasi tingkat internasional dan/atau nasonal, serta (2) punya konstribusi kepada daya saing bangsa di bidang apapun.

Lalu, ada 3 golongan masyarakat berprestasi yang menjadi sasaran BU, yaitu:

  1. Masyarakat umum
  2. ASN di lingkungan Kemdikbudristek (oh iya, baru inget kemendikbud dan kemenristek kan udah merger ya.. Berarti otomatis BU dibawah Kemdikbudristek, bukan kemendikbud lagi)
  3. Masyarakat penyandang difabel (kalo di web resmi, istilah yang dipakai disabilitas)

Berdasarkan pengalamanku, pengolongan ini agak berbeda. Bedanya, tidak ada lagi penggolongan untuk masyarakat daerah 3T. Ya, pasti ada pertimbangan sih kenapa tahun ini penggolongan itu ditiadakan. Apapun alasannya, biarlah itu jadi urusan Kemdikbudristek (nanti kalo di gathering dibahas, bakal tak kasih tau). Sekarang yang penting  kita coba ikuti rules-nya aja ya…

Mari kita lanjut ke pembahasan utama postingan ini : Gimana Cara Daftar BU.

Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2021

 Pertama, pastikan teman-teman memenuhi persyaratan umum pendaftar BU. Apa saja? Yuk simak…

  • Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik tingkat internasional dan/atau nasional;

Baca dengan saksama: DIUTAMAKAN. Itu artinya bukan suatu keharusan kan? Ketika teman-teman punyanya lomba tingkat kecamatan/ kabupaten, ya nggak papa. Organisasinya tingkat lokal, ya boleh juga.

Baca Juga:  Komersialisasi Pendidikan dan Kini Bentuknya

Saranku, segala jenis sertifikat yang bisa jadi bukti keaktifan teman-teman di bidang akandemik/non akademik lampirkan saja. Banyak/ sedikitnya presatasi bukan jadi satu-satunya penentu lolos/tidak. Masih banyak faktor lain yang jadi dasar penilaian.

Percayalah, banyak orang yang ku kenal dengan segudang prestasi yang lebih banyak dari aku juga tidak lolos. Tapi yang prestasinya lebih banyak dari pada aku dan lolos, emang ga kalah buaaanyak juga sih.. hihi.

Intinya apa? Wes, pokoke PD aja dulu. Dicoba!

  • Mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait;

Terkait surat rekomendasi, kita bisa minta ke civitas akademika yang ada di kampus kita. Boleh dosen PA, dekan, atau siapapun yang dirasa emang kita kenal dan kenal kita serta punya kredibilitas untuk kasih rekomendasi.

  • Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain; dan

Seperti beasiswa pada umumnya, ga bisa double. Tapi yang perlu dicermati ini kata “sejenis”. Maksudnya apa? Jadi BU itu mengijinkan kita untuk memperoleh beasiswa lain dari sumber lain, asalkan beasiswa itu tidak meng-cover hal yang sama dengan BU : uang kuliah dan kebutuhan sehari-hari.

Satu contoh… Misalkan teman-teman udah dapat KIP. Ya, tentu saja, tidak diperkenankan mendaftar.  Tapi, kalo teman-teman mau ada yang apply beasiswa pertukaran pelajar, student conferrence, beasiswa riset, ya.. monggo.

  • Diterima pada Perguruan Tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi B/Sangat Baik.

Nah, ini bedanya BU dengan LPDP. BU hanya untuk perguruan tinggi dalam negeri. Bebas mau PTN atau PTS, yang penting udah terakreditasi sama BANPT dengan minimal B/sangat baik.

Lanjut ke persyaratan khusus.

Tapi sebelum itu, karena BU ini punya tiga jenjang (S1, S2, S3), otomatis masing-masing jenjang punya persyaratan yang beda. Tapi, disini aku bakal lebih bahas BU yang untuk masyarakat umum, jenjang S1 ya… (Karena aku daftarnya jenjang sarjana… hehe)

Baca Juga:  Untuk Mengatasi Tingginya konsumsi Energi Bangunan, Mahasiswa UGM Kembangkan Sistem Otomasi Jendela PDLC

Persyaratan Khusus Beasiswa Unggulan 2021:

1. Memiliki usia paling tinggi 22 tahun bagi mahasiswa baru atau paling tinggi 23 tahun untuk yang sedang menempuh perkuliahan;

Poin ini jelas lah ya…

2. Mengisi nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi siswa lulusan dalam negeri;

Btw, masih ada UN gak sih? Kalo aku dulu masih ada. (ketahuan deh tuanya, hihi). Ya, kalo di sini dimasukkan sebagai syarat, berarti ya masih ada.

3. Bagi mahasiswa pada jenjang pendidikan S1 yang sedang menempuh perkuliahan memiliki nilai IPK minimal 3.25 pada skala 4.00; dan

Bagi para maba, bisa melampirkan LoA (Letter of Acceptance). Ini bisa berupa SK atau screen shoot. Nah, kalo buat mahasiswa on going.. bisa melampirkan KHS kalian.

4. Karya tulis berupa essay/karangan menggunakan Bahasa Indonesia, dengan ketentuan:

  • Judul/tema: “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”;
  • Essay/karangan ditulis pada form Berkas Persyaratan minimal 1500 kata.

Untuk esai, tidaak ada ketentuan lain kecuali di atas. Jadi bebas teman-teman mau berkreasi seperti apa, yang jelas tidak melenceng dari dua hal itu.

Hm, terkait penulisan esai, menurutku ini emang butuh pemikiran yang matang. Ga bisa sehari – dua hari, kalo aku. Apalagi kalo merasa sertifikat-sertifikat kita biasa aja, esai mungkin bisa kasih penilaian yang besar. Tapi, untuk yang udah sertifikatnya banyak pun, jangan jumawa.. bukan berarti kalian aman. Ya intinya, buat siapa saja.. Esai harus digarap secara serius.

Oh, dan… mungkin di luar sana banyak bertebaran esai-esai awardee tahun seelumnya (kalo kalian penasaran punyaku, boleh). Tapi, ingat jangan  terlalu dijadikan patokan. Itu esai mereka. Bukan esai kamu. Jadi, tetap munculkan originalitas dari teman-teman sendiri. Teman-teman pasti punya pemikiran masing-masing tentang tema di atas. Aku yakin, kalo memang teman-teman mengerahkan seluruh hati, pikiran, jiwa,raga –seeemuanya, InsyaAllah hasil terbaik bisa didapatkan.

Baca Juga:  Ingin Mengurangi Plagiarisme? Ini Solusinya

Satu lagi, saranku, teman-teman bisa coba juga cari proof reader  buat  baca esai yang udah dibuat.  Banyak-banyakin kenalan sama awardee, insyaAllah mereka bakal dengan senang hati membaca esai teman-teman (this is including me..  I’m available, hehe ;)). Tapi inget, apapun komentar yang didapat, jangan jadikan patokan jaminan keberhasilan teman-teman lolos BU. Okay? 😉

Well, itu tadi persyaratan yang arus dipenuhi untuk jenjang sarjana. Lebih sedikit dibanding jamanku dulu –Cuma beda satu poin doang sih. Ya, di tahun angkatanku kami diminta untuk membuat proposal rencana studi. Jadi teringat masa menyusun proposal #eh ko malah curhat? Gapapalah ya..

Curcol bentar… Jadi, salah satu bagian di proposal membahas tentang rencana penelitian tugas akhir. Lah.. Baru juga tahun pertama kuliah, udah disuruh mikir skripsi. Haha.. Jadi nambah pikiran kan. Intinya apa? Seharusnya sih, dengan persyaratan yang lebih sedikit, teman-teman bisa lebih tertari daftar BU dan lebih maksimal buat memenuhi  setiap persyaratan yang ada. Ya, ga?

Sedangkan bagi pendaftar Magister dan Doktoral, sebenarnya persyaratannya tidak jauh berbeda. Beberapa poin yang membedakan adalah batas usia (tentu saja), serta kewajiban melampirkan bukti kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL ITP/ IBT or IELTS) dan proposal rencana studi.

Jadi… Get ready! Yuk segera persiapkan berkas-berkas persyaratan teman-teman sebaik mungkin.

Feel free to ask me question..

Untuk informasi terkait persyaratan yang lebih lengkap (S2, S3), kunjungi laman resmi BU. 

Nantikan serba-serbi BU lainnya di postingan selanjutnya ya.. Tengkyu and Good Luck.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan