Demo Berujung Darah Mahasiswa Dalam Aksi Save KPK

  • Bagikan
Demo Berujung Darah Mahasiswa Dalam Aksi Save KPK

NONGKI.NET – Demo Berujung Darah Mahasiswa Dalam Aksi Save KPK. Salah satu pimpinan aksi mahasiswa digotong polisi.

Mahasiswa dari berbagai kampus di Banjarmasin melakukan aksi Save KPK. Tak tanggung-tanggung, mereka melakukan dua kali aksi dalam minggu ini.

Aksi pertama dilakukan senin (21/6), massa aksi berkumpul di lapangan Kamboja Banjarmasin sebelum akhirnya longmarch ke Rumah Banjar (sebutan untuk gedung DPRD Kalimantan Selatan). Sesampainya di lokasi massa langsung dihadang petugas yang berjaga. Massa aksi yang ingin masuk ke dalam Rumah Banjar pun terlibat aksi dorong-dorongan dengan petugas.

Massa aksi meneriakkan nama Supian HK, ketua DPRD Kalimantan Selatan. Mereka menuntut beliau agar keluar dan mendengarkan aspirasi mahasiswa. Kendati DPRD Kal-Sel telah diwakili oleh H. Rahmanoorliyas dari Komisi I untuk menemui mahasiswa, massa aksi tetap belum puas.

Demi merespon tuntutan massa aksi Save KPK senin (21/6), 3 orang perwakilan dari DPRD Kal-Sel langsung berangkat ke Jakarta pada hari selasa (22/6). Ini dilakukan untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa ke kantor Sekretariat Kepresidenan RI.

Massa aksi yang masih kurang puas kembali menggelar aksi Save KPK jilid 2 pada kamis (25/6) dengan massa yang lebih banyak. Aksi yang semula berjalan damai ini sempat dihadiri oleh ketua komisi I DPRD Kal-Sel, ibu Siti Nortita Ayu Febria. Demonstrasi menjadi tegang setelah tuntutan mahasiswa untuk bertemu dengan ketua DPRD Kalimantan Selatan tidak berbuah hasil. Bapak Supian HK tidak menemui mahasiswa aksi secara gentleman.

Massa aksi yang ingin masuk ke gedung DPRD Kal-Sel untuk bertemu bapak Supian HK dihadang oleh petugas. Dorong-dorongan pun terjadi antara aparat keamanan dengan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa dipukul oleh Polisi anti huru hara. 7 mahasiswa termasuk pimpinan aksi Save KPK terluka akibat pukulan Polisi.

Baca Juga:  Sudah Uang Rp128 Juta Hilang, Pihak Bank Lepas Tangan Pula

Di beberapa video yang tersebar di media massa terlihat pimpinan aksi Save KPK yang terluka akibat pukulan aparat keamanan. Ilham, pimpinan Save KPK terlihat tidak melakukan perlawanan saat diamankan petugas kepolisian.

Aksi represi petugas ini direspon oleh berbagai pihak, salahsatu nya Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Walhi Kalsel). “Walhi Kalsel mengecam dan mengutuk Tindakan refresif aparat keamanan ini yang telah mencederai institusi pengayom masyarakat dengan melakukan Tindakan kekerasan” tulis Walhi Kalsel pada akun Instagram nya @Walhi_Kalsel.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan