Dituding Taliban, Film Nussa dan Rara Justru Harumkan Nama Indonesia di Korsel

  • Bagikan
Dituding Taliban, Film Nussa dan Rara Justru Harumkan Nama Indonesia di Korsel

NONGKI.NET – Di Indonesia,Taliban dijadikan alat menuding pada berbagai faktor termasuk film. Salah satunya film Nussa dan Rara yang justru harumkan nama Indonesia di Korsel

Rumah Produksi Visinema umumkan salahsatu film hasil Joint Production dengan The Little Giantz, Nussa akan mentas di Bucheon Internasional Fantastic Film Festival (BIFAN) 2021 pada Rabu (16/6). Nussa dan Rara akan mewakili nama Indonesia di festival tersebut dalam kategori film pilihan keluarga.

Film Nussa sendiri merupakan film layer lebar pertama dari serial animasi pendidikan karakter “Nussa dan Rara”. Film Nussa menjadi film Indonesia kedua di BIFAN 2021, sebelumnya ada Film Paranoia dari Miles Films yang lebih dulu mengumumkan akan mentas di festival tersebut.

Dikutip dari CNN Indonesia, Film Nussa mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Nussa yang menghadapi masalah baru di dalam hidupnya. Seorang anak baru datang dan mengalahkan dirinya dalam lomba sains, ditambah lagi sang ayah yang tak memenuhi janji membuat dia mengalami kekecewaan berat.

“Dengan diputarnya film Nussa pada festival BIFAN di Korea Selatan, saya berharap nantinya film ini dapat dinikmati juga oleh keluarga di Korea Selatan. Sesuai dengan #NUSSAUntukSemua, tentunya besar harapan saya agar semoga film ini bermanfaat dan dapat dinikmati secara universal oleh semua kalangan,” kata Bony Wirasmono selaku sutradara Film Nussa. Senada dengan itu Angga Kharisma selaku produser juga mengaku senang dalam sambutannya di BIFAN, Kami senang dan bangga, walaupun masih dalam masa pandemi tetapi film Nussa dapat ditonton oleh teman-teman di Korea Selatan”.

Bucheon Internasional Fantastic Film Festival 2021 akan dimulai 8 Juli 2021 dan akan ditutup pada 18 Juli 2021. BIFAN 2021 sendiri akan diselenggarakan secara daring dan luring. Kalian bisa ikut menyaksikan BIFAN 2021 melalui website resmi nya di www.bifan.kr.

Baca Juga:  Tokoh Film Indonesia Sikapi Televisi Memeriahkan Kebebasan Saiful Jamil

Film animasi Nussa beberapa waktu yang lalu sempat diserang beberapa netizen Indonesia dengan sebutan “Taliban”. Bahkan politikus Deny Siregar mengatakan bahwa Film ini mempromosikan Islam yang kearab-araban. Hal ini langsung disanggah oleh Eksekutif Produser Film Nussa, Angga Sasongko “Mas Denny, pada proses kreatif dan produksi tidak ada keterlibatan pemuka agama. Cerita dan skenario film ini digarap Skriptura, divisi IP Development Visinema Group. Produksi animasinya oleh The Little Giantz dan distribusi & promosinya oleh Visinema Pictures,”.

Aktivis Anti-Korupsi Febri Diansyah bahkan ikut merespon tudingan Taliban di Film Nussa. Aktivis yang pernah menjadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)itu berpendapat bahwa tudingan Taliban terhadap Film Nussa hanya lah taktik murahan untuk menggoyahkan Film Nussa. Menurut pengalaman Febri, ia ingat betul isu tersebut pernah dipakai dalam usaha pelemahan KPK.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan