10 Rekomendasi Film Perjuangan Kemerdekaan, Untuk Menemanimu.

  • Bagikan
10 Rekomendasi Film Perjuangan Kemerdekaan, Untuk Menemanimu.
Sumber: GNFI

Film Perjuangan Kemerdekaan – Gimana kabarmu di hari ulang tahun ke 76 RI. Apa ikut-ikutan lomba bertahan hidup?Sama saya juga. Tapi Mending Dibarengi nonton film.

Rekomendasi Film Perjuangan Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia yaitu buah dari perjuangan para tokoh kemerdekaan. Untuk mengenang jasa para pahlawan, pelajar bisa melihat 7 rekomendasi film hari kemerdekaan yang penuh perjuangan.

Serasi pada hari ini, 17 Agustus, sekitar pukul 10.00 di Jl Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta, Soekarno didampingi Moh. Hatta dan para tokoh lain membacakan teks proklamasi. Pembacaan tersebut menandakan bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan.

Bebasnya Indonesia dari belenggu penjajah tak lepas dari kegigihan para pahlawan bangsa. Buat mengetahui gambaran perjuangan, berikut 10 rekomendasi film untuk hari kemerdekaan :

1. Pasukan Berani Mati (1983)

Pada 1983 lalu, Imam Tantowi sempat menggarap film tentang perjuangan rakyat Indonesia dengan judul Pasukan Berani Mati. Film tersebut mengisahkan Orang-orang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk melawan penjajah.

Kisah dari film ini berawal ketika Kapten Bondan (Dicky Zulkarnaen), seseorang pemimpin battalion harus gugur dikala melawan Belanda. Saat itu, pasukannya hanya tersisa enam orang saja. Mereka yang tersisa menempa pasukan berani mati dan berhasil menyerang markas Belanda.

2. Merah Putih (2009)

Sinopsis Film Merah Putih (2009) Lengkap

Film Merah Putih yang launcing pada tahun 2009 merupakan bagian perdana dari “Trilogi Merdeka”. Ini yaitu salah satu film sejarah terbaik yang mengisahkan para pejuang Indonesia yang kembali melawan Belanda setelah kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1947.

Tidak hanya dibintangi oleh aktor populer seperti Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Darius Sinatahunrya, hingga Donny Alamsyah, suasana perang dalam film ini begitu nampak nyata seakan kita sebagai penonton sedang terlibat dalam perang.

Merah Putih mungkin bakal jadi salah satu film nasional yang mendapat sentuhan Hollywood. Hal itu terjadi karena ‘Merah Putih’ melibatkan ahli-ahli Hollywood untuk proses produksinya, salah satunya ahli resiko visual Adam Howartahun yang sempat sukses dengan ‘Saving Private Ryan’ dan ‘Blackhawk Down’.

Apalagi Merah Putih sudah memakan anggaran produksi se gede US$ 6 juta Dollar Maka tak heran apabila film ini masuk dalam nominasi sebagai Musik Original Terbaik dalam arena Piala Citra.
Sekuel selanjutnya dari Merah Putih yang berjudul ‘Darah Garuda’ dan ‘Hati Merdeka’ secara berturut-turut dirilis pada tahun 2010 dan 2011.

Baca Juga:  Nailed: Drama Kelas di Negeri K-Pop

3. Sang Pencerah (2010)

Review: Sang Pencerah (2010) - Amir at the Movies

Sang Pencerah yaitu film garapan Hanung Bramantyo yang mengangkat kisah nyata dari pendiri Muhammadiyah, ialah KH Ahmad Dahlan. Film tersebut melibatkan bintang papan atas seperti Lukman Sardi, Yati Surachman, Giring Ganesha, Zaskia Adya Mecca, hingga Sujiwo Tejo.

Kisah berawal waktu KH Ahmad Dahlan yang baru pulang dari Mekkah dan melihat penduduk kampungnya yang keliru dalam melaksanakan aliran agama. Tidak hanya memiliki tugas membenarkan kembali ajaran yang salah tersebut, dia juga mesti berulang kali terlibat masalah dengan pihak Belanda yang turut andil dengan rusaknya aliran islam di kampungnya.

Berkat narasi yang menarik serta makna yang dalam berkenaan nilai-nilai perjuangan dalam melawan penjajahan, film ini mendapatkan penghargaan dalam ajang Jakarta International Film Festival (JIFFest) ke-12 pada tahun 2010.

4. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Film ini jadi film yang paling pas untuk ditonton pada 17 Agustus karena mengisahkan tentang presiden mula-mula Indonesia, Ir. Soekarno. Mengikuti kisah pria Bernama Kusno yang sejak kecil sering sakit-sakitan. Hingga kedua orang tuanya mengganti nama anak tersebut dengan Soekarno.

Dalam film ini, kita akan melihat Soekarno tampil dengan pidato-pidatonya yang penuh semangat. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini begitu detail mulai dari peristiwa pengasingan Soekarno hingga detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Hebatnya, film ini sempat memenangkan penghargaan di ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA Award) sebagai Skenario Paling baik Ario Bayu yang berperan sebagai Soekarno serta Lukman Sardi sebagai Moh. Hatta juga masuk dalam nominasi Aktor Terbaik dan Aktor Suporter Paling baik dalam ajang tersebut.

5. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai Gagal Masuk Nominasi Piala Oscar - ShowBiz Liputan6.com

Sang Kiai mengangkat kisah dari KH Hasyim Asyari (Ikranagara) yang yaitu sosok dibalik berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu, dirinya menolak melakukan Seikerei (menghormati matahari) karena hal tersebut menyimpang dari agama Islam.

Menyaksikan permasalahan tersebut, KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) mencari jalan diplomasi dengan pihak Jepang untuk membebaskan sang ayah yang Dibekuk Namun pria Bernama Harun (Adipati Dolken) berpendapat lain dan cobalah mengusir penjajah dengan kekerasan yang justru membuat banyak korban jiwa dari Indonesia.

Film ini berjaya pada ajang Piala Citra 2013 lalu dengan mendapatkan empat penghargaan, yaitu Film Paling baik Sutradara Terbaik (Rako Prijanto), Aktor Supporter Paling baik (Adipati Dolken), dan Musik Terbaik.

Baca Juga:  Ilo Ilo: Teresa dan Opresi Kelas Yang Menyertainya

6. Jenderal Soedirman (2015)

HUT TNI dan 'Roh' Jenderal Sudirman - News Liputan6.com

Setelah meraih keberhasilan dengan membintangi Sang Kiai, Adipati Dolken kembali terlibat dalam film biografi dengan memerankan Jenderal Soedirman. Film tersebut berfokus pada perjuangan sang Jenderal yang tengah mengalami sakit keras tapi tetap berusaha menjalankan misi gerilya selama tujuh bln lamanya.

Biarpun hanya memiliki satu paru-paru kala menjalankan misi tersebut, dia dan pasukannya berhasil membuat pasukan Belanda kewalahan. Hal ini membuat Belanda akhirnya menandatangani perjanjian Roem-Royen. Pada titik inilah Belanda mulai mengakui kedaulatan bangsa Indonesia.

7. Battle of Surabaya (2015)

Sinopsis 'Battle of Surabaya (2015)' - Film Animasi Indonesia di Masa  Perang | Indozone.id

Batle of Surabaya yaitu film animasi yang mengisahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Walaupun tokoh-tokoh dalam film ini yaitu tokoh fiktif, hal tersebut tidak mengurangi keseruan dalam menontonnya.

Kisah dalam film ini mengadaptasi histori besar di Surabaya, merupakan pertempuran 10 November. Berfokus pada seorang tukang semir sepatu Bernama Musa yang bertugas juga jadi kurir bagi arek-arek Suroboyo dan TKR.

Film ini juga jadi salah satu film Indonesia tersukses di arena Internasional. Dikerjakan oleh animator-animator muda Indonesia, film ini juga dilirik oleh Walt Disney Pictures yang setelah itu menopang distribusi ini dengan cara global.

Battle of Surabaya berhasil mendapatkan 19 penghargaan sebagai film terbaik di beraneka ajang seperti International Filmmaker Festival of World Cinema, European Cinematography Awards, Gold Movie Awards, Milan International Filmmaker Festival 2017 hingga Hollywood International Moving Pictures Film Festival.

8. Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Review 'Guru Bangsa: Tjokroaminoto', Bagai Kembali ke Masa Lalu -  Entertainment Fimela.com

Nama Tjokroaminoto tentu sering kamu temui dalam buku peristiwa mengenai Kebangkitan Nasional. Kisah dari tokoh ini diadaptasi jadi suatu film oleh Garin Nugroho pada tahun 2015 lalu dengan judul Guru Bangsa Tjokroaminoto.

Film yang dibintangi oleh Reza Rahadian ini mengisahkan perjuangan HOS Tjokroaminoto yang rela melepas status bangsawannya demi bekerja sebagai kuli Pelabuhan. Dia coba berjuang bersama rakyat demi menyamakan hak dan wibawa masyarakat Indonesia.

Sosok Tjokroaminoto jadi tokoh lahirnya Aktivitas Kebangkitan Nasional. Suasana tahun 1900-an dalam film ini begitu terasa, Dalam arena Piala Citra, film ini berhasil memperoleh tiga penghargaan untuk Sinematografi Paling baik Pengarah Seni Terbaik dan Desain Kostum Terbaik.

Baca Juga:  Nonton Film The Swordsman 2020, Wuih Ada Joe Taslim

9. Kartini (2017)

Kartini dan Pengabdi Setan Mendominasi FFI 2017 Halaman all - Kompas.com

Nama R.A. Kartini sebagai pahlawan wanita Indonesia tidak dapat sempat pudar di dunia Pendidikan. Kisahnya diangkat oleh Hanung Bramantyo dalam suatu film berjudul kartini pada tahun 2017. Tidak sama dengan pahlawan lain yang berjuang menggunakan fisik, Kartini (Dian Sastrowardoyo) saat itu berjuang lewat dunia Pendidikan.

Saat itu, akses pendidikan masih sangat terbatas untuk kaum Perempuan Kartini menjadi tokoh emansipasi bagi kaum Wanita Berkat jasanya, Kartini bakal senantiasa dikenang sebagai inspirasi kaum perempuan yang memperjuangkan hak-haknya.

Dalam arena Piala Citra, film ini berhasil masih dalam 14 nominasi dan memenangkan satu diantaranya ialah untuk Aktris Pendukung Terbaik yakni Christine Hakim yang memerankan tokoh Ngasirah.

10. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)

Film Sultan Agung, Tahta, Perjuangan, Cinta - Achi Hartoyo

Terakhir, ada film keluaran tahunn 2018 yang berjudul Sultan Gede Tahta, Perjuangan, Cinta. Film ini menceritakan Sultan Akbar (Ario Bayu) yang tampan berani dan ambisius. Beliau berani menentang VOC dengan menyerangnya langsung di Batavia.

Tidak hanya itu, dia juga harus mengemban tanggung jawab untuk menghimpun adipati-adipati di tanah Jawa yang diawal mulanya terpecah belah karena ulah VOC.

Di samping totalitas perjuangannya dalam mempertahankan tanah air, Sultan Agung harus rela mengorbankan cinta sejatinya yaitu Lembayung (Putri Marino). Hal tersebut karena dirinya terpaksa menikahi perempuan ningrat yang bukan pilihan hatinya.

Baca juga artikel tentang ‘DRAKOR BERTEMA HUKUM‘ dan artikel ‘MUTAWAKKIL‘ lainnya.





  • Bagikan

Tinggalkan Balasan