Honey Land dan Perjalananku ke Madura

  • Bagikan
Honey Land dan Madura

 NONGKI.NET – Pokoknya perjalananku ke Madura ada miripnya dengan film dokumenter Honey Land dari Makedonia Utara.

Beberapa waktu yang lalu ulun menonton film dokumenter dari Makedonia Utara berjudul Honey Land di salah satu platform OTT. Sepintas setelah menonton film itu mengingatkan ulun pengalaman ketika melakukan perjalanan ke Madura. Perjalanan ini untuk takziah ke makam teman karib ulun yang baru saja wafat karena maag kronis.

Komposisi frame dan filosofi yang ulun tonton dalam film hampir sama dengan apa yang ulun rasakan dalam perjalanan menuju Madura. Sebelum ulun menjelaskan lebih detail apa korelasi keduanya, perkenankan ulun menjelaskan sedikit film ‘Honey Land’.

Honey Land sebuah film dokumenter dari Makedonia Utara yang menceritakan kehidupan seorang wanita petani madu di tengah lahan yang gersang. Film ini mendapatkan banyak prestasi, seperti masuk nominasi Oscar for Best Documentary Film 2019 dan menang di Festival Film Dokumenter Sundance 2019. Film ini menggunakan teknik penggambaran Cinema Verite.

Wanita tua pencari madu yang menjadi tokoh utama di film ini hidup Bersama ibunya yang tua renta dan sakit-sakitan. Ia bekerja dengan mencari madu dari pekarangan rumah, tembok tua, tanah, pohon yang dijadikan lebah sebagai sarang.

Uniknya, setiap kali memanen madu ia tidak lantas memanen 100% madunya, namun menyisakan 50% madu untuk keberlangsungan kawanan lebah. Kebaikan hati dan budi luhur wanita tua ini menyentuh hati ulun, karena di tengah kehidupan miskin yang ia jalani, ia juga harus merawat ibu nya yang sedang sakit. Belum lagi di tengah perbukitan yang tandus sulit mencari tanaman untuk dikonsumsi. Namun ia melupakan semua itu dan memilih menyisakan madu untuk makhluk tuhan yang lain.

Baca Juga:  Ngajak Diskusi Malah dianggap Modus, Parah Banget kan?

Ketika ulun menonton film ini, ulun melihat kontur tanah perbukitan yang mengingatkan ulun akan perjalanan ulun ke Madura beberapa pekan sebelumnya. Perbukitan batuan putih, tandus, kering, banyak sapi gurun yang mencari makan, mengingatkan ulun tentang Madura.

Walaupun tidak mirip persis tetapi ulun berpikir jika Madura terletak di Eropa atau Afrika atau negara non-tropis lainnya mungkin nasibnya akan sama seperti dengan Makedonia Utara.

Madura yang ulun kunjungi adalah bagian Perbukitan Pamekasan, pada saat itu musim hujan, langit pun mendung, tetapi tidak terjadi hujan. Kata salah satu teman ulun yang menjadi penunjuk arah ke tujuan, di Madura sudah beberapa hari mendung tetapi tidak terjadi hujan. Dia bilang Madura memang panas dan jarang hujan. Jika musim hujan di wilayah tropis saja Madura sangat panas dan jarang hujan, lalu bagaimana jika Madura berada di daerah non-tropis, pasti topografinya mirip dengan Makedonia.

Hal lain yang membuat ulun teringat dengan Madura adalah ternak Sapi. Di Makedonia Utara, Sapi merupakan hewan yang cocok untuk diternakan di tengah wilayah tandus.

Bahkan ada segelintir orang yang memelihara dengan sistem ladang berpindah. Hewan ternak bebas lepas mencari makanannya di alam. Sangat cocok dengan di Madura, iklim panas dan banyak yang memelihara sapi. Bedanya di sini tidak hanya sapi, tetapi hewan jenis pemamah biak lain (seperti kuda dan kambing) juga diternakkan dengan cara dilepas langsung mencari makan di alam liar.

Hal terakhir yang membuat ulun merasa Honey Land dan Madura saling berkaitan ialah bagian akhir film. Di akhir film Honey Land tanpa disangka-sangka dan direkayasa, orang tua sang peternak madu meninggal dunia. Ulun mencermati film ini sebagai cerita yang menghantarkan kita ke sebuah kisah kematian.

Baca Juga:  Sepotong Memori Soal Skripsi

Berbeda dengan perjalanan ulun ke Madura yang berawal dari kisah kematian seorang teman. Kaitan antara dua kisah ini paradoks atau saling berseberangan, tetapi sama-sama bertema kematian. Makna dari perjalanan ulun ke Madura dengan Honey Land, kita bisa saja memaknai kematian sebagai sebuah akhir dari cerita tetapi juga bisa kita maknai sebagai awal dari sebuah cerita.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan