Hujan 1 Juta Dosis Vaksin per Hari di Bulan Juni

  • Bagikan
Hujan 1 Juta Dosis Vaksin per Hari di Bulan Juni

NONGKI.NET – Tak ada yang lebih tabah dari masyarakat Indonesia, dari lambatnya program vaksinasi pemerintah. Akhirnya betapa senangnya dengan dilaksanakannya 1 juta dosis vaksin per hari di bulan Juni.

Tak terasa Juni pun jatuh, dimana kita sudah memasuki bulan keenam program vaksinasi Covid-19. Apakah dirimu sudah masuk antrean vaksinasi? Atau malah belum ada kabar sama sekali?

Harap tabah! Diumumkan kepada seluruh masyarakIat Indonesia, Pemerintah akan menggencarkan program vaksinasi di bulan Juni.

Desas-desusnya, pemerintah akan menargetkan 1 juta dosis per harinya dalam sehari. Wowww. Begitu menurut penjelasan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu.

Sungguh tepat kawan-kawan, sebab sejauh ini vaksinasi di Indonesia paling tinggi hanya mencapai angka 500 ribu dosisi per hari. Apalagi di bulan Mei vaksinasi sedikit melambat gegara terhambat oleh terbatasnya stok vaksin. Terang maxi, selama bulan Mei, stok vaksin hanya ada 50 juta dosis.

Gak usah khawatir deh. kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, ada tiga kali kedatangan vaksin sepanjang Mei. Dua kali Sinovac dan satu kali dari AstraZeneca.

Nah, dengan kedatangan itu bikin stok vaksin kita jadi bertambah deh menjadi 91,9 juta dosis vaksin bahan baku dan jadi. FYI, Senin lalu tepatnya tanggal 31 mei sebanyak  8 juta bahan baku vaksin sinovac datang.

Horeee….

Dengan begitu jumlah vaksin bahan baku yang dimiliki Indonesia  bertambah menjadi 81,5 juta dosis. Kabar baiknya, 65,5 juta dosis dari itu telah diolah menjadi vaksin jadi oleh Bio Farma.

So artinya, herd immunity makin dekat, geng. Eh ngomong-ngomong, sudah berapa orang, sih, yang disuntik vaksin?

Baca Juga:  Kenapa Harus Vaksin Covid-19 Dua Kali?

Menurut Kompas,  9.871.664 orang Indonesia sudah mendapat dosis kedua per 23 Mei 2021. Adapun yang mendapat dosis pertama telah mencapai 14.890.933 orang. Jadi kalau ditotal, dosis yang sudah diberikan mencapai 24.762.597 orang.

Ternyata pada Minggu (30/05) lalu Jumlah itu bertambah menjadi 26,9 juta. Tapi sih, jumlah itu masih jauh banget dari target pemerintah pada vaksinasi tahap kedua (nakes, petugas publik, dan lansia) dengan target menyuntik 40 juta dosis. Hmm, masih jauh ya.

Apa sih kendalanya?

Aduh ternyata sejauh ini, kendalanya berada pada vaksinasi lansia. Hmm Per 21 Mei 2021, pemerintah kita baru berhasil menyuntik dosis pertama pada 2.999.141 orang lansia. Katanya Katadata, jumlah itu hanya memenuhi 13,9 persen dari target.

Menurut Maxi, pemicu keterlambatan vaksinasi lansia justru berasal dari kekhawatiran sang anak. Padahal, kami (nakes) udah sukarela mendatangi mereka dari rumah ke rumah, bahkan lho sudah janjian buat vaksinasi.

“saat kami (nakes) datang, yang mau hanya 25 persen, karena kebanyakan yang dilindungi anak-anaknya,” terangnya. Maxi menjelaskan kalau vaksin buat lansia itu aman-aman saja. Karena mereka termasuk golongan yang rentan, maka perlu dilindungi dengan vaksin.

Maka dari itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyuruh para pemda agar memprioritaskan vaksinasi lansia. katanya, jika lansia terkena Covid-19, maka akan menambah beban berat buat rumah sakit.

“Yang masuk rumah sakit dan wafat itu kan lansia. Kalau vaksinasi bisa diprioritaskan ke lansia, insyaallah yang masuk rumah sakit bakal jauh berkurang, insyaallah yang wafat juga bakal banyak berkurang,” tuturya.

Ayo pemerintah semangat! Kami rindu stadion dan konser desak-desakan.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan