Kesehatan Mental Perlu Sering Dibahas, Sebab 19 Juta Penduduk Lebih Mengalaminya

  • Bagikan
Kesehatan Mental

Kesehatan Mental – Topik kesehatan mental masih jarang diperbincangkan dan masih banyak stigma bermunculan.

NONGKI.NET – Kesehatan Mental kerap luput dalam setiap pembahasan, baik dalam ruang akademik, ruang sosial maupun percakapan sehari-hari. Luputnya hal ini menjadi topik pembahasan, salah satunya disebabkan masih banyaknya stigma seputar kesehatan mental tersebut.

Sebagaimana ditulis oleh akun Instagram @prakerja.go.id, mengatakan topik kesehatan mental bukan hal yang sering dibahas. Bahkan, masih banyak stigma seputar kesehatan mental.

“Padahal Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menunjukan 12 juta penduduk berusia diatas 15 tahun mengalami depresi dan 19 juta penduduk diatas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gangguan mental bisa menyebabkan terhambatnya aktivitas, menurunnya kualitas fisik, bahkan menyakiti diri sendiri”. tulis akun IG @prakerja.go.id

Lebih lanjut, akun @prakerja.go.id, menulis bahwa Benny Prawira Siauw tergerak mendirikan komunitas yang bertujuan untuk membantu orang-orang agar keluar dari depresi.

“Benny Prawira Siauw tergerak mendirikan komunitas Into the Light pada tahun 2013 ketika masih berusia 24 tahun. Tujuannya adalah untuk membantu orang keluar dari rasa depresi sekaligus mencegah bunuh diri. Dalam skala yang lebih besar, ia ingin menumbuhkan kepedulian masyarakat mengenai kesehatan mental. Di komunitas Into the Light, Benny dan teman-temannya menjadi semacam teman curhat, pendengar, dan perantara ke psikolog atau psikiater yang tepat”, lanjutnya.

Sebagai informasi kesehatan mental sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu depresi, gangguan obsesif kompulsif (OCD),  kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan bipolar. Tentu masih banyak lagi jenis lainnya.

Terkait dengan gejala kesehatan mental biasanya diawali oleh beberapa gejala. Nah, gejala-gejala ini perlu diketahui, seperti hilangnya kekampuan konsentrasi, takut, khawatir, atau dihantui oleh perasaan bersalah. Tak hanya itu, marah secara berlebihan juga termasuk gejala kesehatan mental.

Baca Juga:  Gara-gara Covid-19, Haruskah Nikah Online?

Selain itu, dilansir dari KILATNEWS.CO peristiwa buruk yang kemudian menjadi pengalaman dan sulit dilupakan termasuk gejala kesehatan mental. Tentu masih banyak lagi gejala awal lainnya yang perlu diketahui, sebab kesehatan mental kalau tidak segera diatasi justru akan berdampak negatif terhadap kesehatan mental kita sendiri.

Oleh karena itu, sobat sekalian mulai dari sekarang mari kita bicarakan seputar kesehatan mental. Jangan pernah malu dan takut curhat seputar peristiwa-peristiwa sobat lalui yang mempengaruhi kesehatan mental sobat sekalian.

Artikel ini telah tayang di ‘KILATNEWS.CO’ dengan judul Membincangkan Kesehatan Mental

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan