Mengenal Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan, Rumah Sakit Kemanusiaan

  • Bagikan
Mengenal Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan, Rumah Sakit Kemanusiaan

NONGKI.NET – Rumah sakit apung dr. Lie Dharmawan > Wilayah timur Indonesia merupakan wilayah yang sangat lamban mendapat pelayanan kesehatan. Kondisi mengetuk hati seorang dokter, dia lah dr. Lie Darmawan pendiri Rumah Sakit Apung di NTB.

Mengenal Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan

Seorang dokter keturunan Tionghoa tetapi memiliki hati seputih salju pegunungan cartenz. Beliau dan teman-teman nya memiliki cita-cita untuk memberikan pelayanan ke daerah-daerah yang termasuk 3T (Terpencil, Terluar dan Terjauh). Dikarenakan faktor biaya, beliau dan teman-teman pun memutuskan untuk membeli sebuah kapal bekas yang kemudian dirombak menjadi rumah sakit terapung.

Rumah Sakit Apung dr. Lie Dharmawan memiliki fasilitas kesehatan seperti rumah sakit pada umumnya, seperti kamar perawatan, ruang bedah hingga laboratorium. Rumah Sakit ini sering berlayar di sekitaran Indonesia Timur. Rumah sakit ini berpindah-pindah dari pulau satu ke pulau yang lain untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan.

Dilansir dari revolusi mental.go.id, cerita ini berawal dari bapak Lie saat memberikan pelayanan kesehatan di Pulau Kei, Maluku Tenggara. Pada saat itu beliau melihat fasilitas kesehatan sangat susah didapat oleh warga di sana. Tak berselang lama dr. Lie menjual rumahnya dan mendirikan Rumah Sakit Apung untuk memberkan pelayanan kesehatan gratis bagi para warga di daerah terpencil.

Rumah Sakit Apung resmi beroperasi pada tahun 2013, berlayar dari kepulauan seribu, kemudian menuju beberapa kepulauan di Belitung, kemudian ke arah Kalimantan Barat. Pada tahun 2018 Rumah Sakit Apung ini sudah mencapai wilayah Maluku, NTB, Sulawesi Tenggara.

Pelayanan kesehatan yang diberikan dr. Lie dan rekannya gratis. Biaya operasional berasal dari sumbangan dan donasi masyarakat. Sebuah Yayasan bernama Yayasan Dokter Peduli (doctershare) mengumpulkan donasi dan sumbangan dari masyarakat untuk operasional rumah sakit tersebut. Dalam pelayarannya, ada sekitar 18-22 tenaga medis dan 18-22 tenaga non-medis yang menjadi relawan demi membantu masyarakat di wilayah terpencil.
Kini Rumah Sakit Apung dr. Lie berjumlah 3 unit, ini semua berasal dari sumbangan dan kepedulian masyarakat. Beliau juga melayani flying doctor, yaitu layanan bagi masyarakat di suatu daerah yang hanya dapat dijangkau lewat transportasi udara.

Baca Juga:  Jazilul Fawaid: Pemilu Berpotensi Diundur Hingga Covid-19 Berakhir

Rumah Sakit dr. Lie berpindah-pindah dari daerah satu ke daerah lainnya 8 kali dalam setahun, dengan waktu perjalanan 7-10 hari. Dilansir kitabisa com, total dr. Lie telah melayani 13.368 pasien rawat jalan dan kehamilan, 643 operasi kecil, dan 385 operasi besar.

Rabu 16 Juni 2021, salah satu kapal Rumah Sakit Apung dr. Lie karam sekitar pukul 14.00. Kapal yang bernama Bahenol itu karam di perairan Bima. Kapal tersebut awalnya berlayar dari Kupang, NTT menuju Torano, Sumbawa, NTB. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Sebuah kisah pilu yang membuat kita bersedih, sebuah pengabdian demi kemanusiaan telah gugur.

Kini banyak pihak telah membantu pembuatan kapal baru untuk Rumah Sakit Apung dr. Lie yang baru. Dilansir dari akun Instagram @doctorshare per 19 Juli 2021 telah terkumpul dana sebesar Rp 39 miliar dari 25 ribu donatur.

Ada juga sumbangan dari Kick Andy Metro TV sebesar Rp 300 juta. Sumbangan ini rencana nya akan digunakan untuk membuat 2 buah kapal Rumah Sakit Apung yang terdiri 1 Kapal Pinisi dan 1 Kapal Besi. Bagi teman-teman yang ingin ikut berdonasi bisa mengunjungi https://www.doctorshare.org/donasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan