Gara-gara Covid-19, Haruskah Nikah Online?

  • Bagikan
Nikah Online

NONGKI.NET – Gara-gara Covid-19 hampir semua kegiatan, seperti kuliah begitu juga nikah. emang nikah online boleh ya?

Pada saat ini dengan adanya pandemi covid-19 banyak sekali hal yang menjadi terhalang di lakukan seperti layaknya biasanya, yang sebelumnya kita bebas berkumpul dimana saja sekarang menjadi di larang dan harus menerapkan social distancing dan menerapkan protocol kesehatan demi keselamatan dan memutus mata rantai covid 19 itu sendiri.

Dan hal ini juga berpengaruh pada hal ihwal syariah seperti sholat jamaah,haji dan lain sebagainya begitupun dengan akad nikah.dengan adanya penerapan social distancing dan protocol kesehatan lainnya tidak sedikit pasangan yang membatalkan pernikahannya,menunda pernikahan dengan alasan terlalu ribet prosedur nya dan alasan lainnya yang di kaitkan dengan adanya covid-19 itu sendiri. dan ada juga yang melangsungkan pernikahan via online atau teleconference.

Nikah online perlu di bahas lebih lanjut apakah mencukupi syarat- syarat nya untuk di nilai sah sebagaimana nikah pada umumnya. yang menjadi pusat perhatian dalam pembahasan nikah online ialah tidak berkumpulnya ke 4 orang dalam satu majelis akad sebagaimana yang di sebutkan dalam kitab-kitab fikih  yang di jelaskan mengenai syarat sah akad nikah seperti  hadirnya 4 orang yang terlibat dalam pernikahan yakni : wali nikah,calon suami,dan dua orang saksi seperti yang di jelaskan dalam kitab (تقي الدين الحصني، كفاية الأخيار في حل غاية الاختصار، صفحة ٣٥٨)

يشْتَرط فِي صِحَة عقد النِّكَاح حُضُور أَرْبَعَة ولي وَزوج وشاهدي عدل

Artinya : syarat sah dalam akad nikah ialah hadirnya ke empat orang yakni wali,calon suami dan 2 orang saksi yang adil

Dalam( Al-Fiqhu ala Madzahibil Arba’ah juz IV hal. 12 & 24) juga di jelaskan bahwa berlangsungnya akad ijab qobul akad nikah harus berada dalam satu majelis

Baca Juga:  Honey Land dan Perjalananku ke Madura

Dan dalam kitab (الفقه الإسلامي المعاصر للشيخ الدكتور وهبة الزحيلي 3/ 223-247)

الأصل في عقد النكاح أن يحضر الزوج والولي والشهود، فيحصل الإيجاب والقبول مشافهة، بحيث يسمع ذلك الشاهدان، فيشهدان على ما سمعا، وعلى هذا فإن عقد النكاح بواسطة شبكة الإنترنت ليس فيه حضور، ولو كان هناك سماع، وقد يكون هناك رؤية تشبه المقابلة، وحيث أنه شيء حادث لم يعرفه الأولون، فإنه بذلك ما تكلموا عليه، وكذلك المكالمات الهاتفية سواء عبر الهاتف أو عبر الإذاعة المسموعة أو المرئية أو نحو ذلك، فلم يتكلموا على ذلك، ونرى أنه لا يتحقق الشرط، فقد ذكر الفقهاء أنه لابد من حضور أربعة: الولي والزوج والشاهدين، ومعلوم أنه مع المكالمة الهاتفية لا يحصل حضور ولا اجتماع، وكذلك إرسال الإيجاب أو القبول عبر الفاكس ونحوه، يتخلف فيه الحضور والسماع الذي هو مطلوب، وقد يخاف أن يكون هناك تزوير أو تلبيس، والذي يظهر أنه لا يصح العقد بهذه الوسائل،

Proses akad nikah itu harus dalam satu majelis yang dihadiri secara musyafahah (مشافهة yaitu pertemuan langsung secara berhadap-hadapan) antara wali, penganten dan dua saksi, sekiranya penganten dan dua saksi mendengar dan melihat gerak bibir wali ketika mengucapkan ijab, demikian juga wali dan dua saksi dapat mendengar dan melihat gerak bibir pengantin ketika mengucapkan qabul. Wali dan atau penganten diperbolehkan mewakilkan dalam akad nikah.

Dalam pelaksanaan nikah online pasangan calon suami istri ,wali serta 2 orang saksinya hanya menyaksikan pernikahan tersebut  via online hal ini tidak mencukupi syarat hadir nya ke 4 orang tersebut. Akad nikah online  secara teleconference, atau melalui telepon, faks, telegraph atau internet, meskipun antara wali, pengantin dan dua saksi dapat saling mendengar dan atau melihat gerak bibir ketika terjadi ijab qabul, tetapi menurut fuqoha belum memenuhi syarat حضور (kehadiran langsung) dan اجتماع (pertemuan langsung) dalam satu majelis, karena kondisi saling mendengar dan atau melihat melalui layar alat teleconference belum bersifat tahqiqi (terjaminnya autentitas), dan masih mengadung kemungkinan adanya keleliruan dan kepalsuan.

Baca Juga:  Lakukan Aktivitas Berikut Selama PPKM, Daripada Melihat Ketidakjelasan Pemerintah

 

Dan juga pelaksanaan secara online di jelaskan bahwa tergolong dalam lafadz kinayah  seprti Dalam kitab (الفوائد المختارة لسالك طريق الأخرة المستفادة من كلام العلامة الحبيب زين بن إبراهم بن سميط جمع وتقديم : علي بن حسن باهارون ص 246

التلفون كناية في العقود كالبيع والسلم والإِجارة، فيصح ذلك بواسطة التلفون

 أما النكاح فلا يصح بالتلفون لأنه يشترط فيه لفظ صريح، والتلفون كناية

Artinya : Telfon tergolong kinayah (cara lain) dalam transaksi semisal jual beli, salam dan ijaroh. Melakukan transaksi via telfon adalah sah, Adapun akad nikah tidak sah dengan menggunakan telfon tidak sah , sebab akad nikah harus dengan menggunakan kata2 yang sharih bukan kinayah / ungkapan lain.

 

Dalam kitab mabadi’ul awaliyah dijelaskan tentang pengertian syarat itu sendiri :

syarat ialah sesuatu yang menentukan sah nya sesuatu (amal perbuatan )tapi bukan termasuk bagian dari sesuatu itu sendiri”

Dan dalam kitab lubb al ushul mendefinisikan syarat sebagai :

الشرط ما يلزم من عدمه العدم ولا يلزم من وجدوه وجود ولا عدم

Artinya : syarat ialah sesuatu yang ketiadaanya menuntut ketiadaan hukum,dan perwujudannya tidak menuntut wujud dan tidaknya hukum

Dengan tata cara pelaksanaan nikah online yang tidak menghadirkan ke 4 orang tersebut atau tidak mencukupi tentang kehadiran ke 4 orang tersebut dikarenakan hadirnya via online di nyatakan tidak mencukupi otomatis tidak mencukupi syarat sah akad nikah,tentang kehadiran ke 4 orang tersebut dalam satu majelis akad berawal dari ibarat di atas serta kaitannya dengan ketidak cukupan syarat mengakibatkan ketidak sah nya satu amal perbuatan.

Maka nikah online hukumnya tidak sah dengan merujuk pada ibarat yang di yakini oleh jumhur fuqoha’ dan sebagai bentuk kepastian hukum yang berlandaskan pada dalil yang qot’i. dan juga tidak adanya  dalil ataupun nash secara pasti yang menerangkan akad nikah yang di lakukan dengan perantara online dan sebagainya itu sah. Sedangkan jika  calon suami tidak memungkinkan melakukan akad nikah sendiri atau ia tidak bisa hadir di tempat akad nikah maka bisa wakilkan kepada orang lain untuk ijab qobul atas dirinya dan hal ini yang paling memungkinkan di lakukan pada saat ini .

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan