Perayaan Sunyi: Puisi-puisi Elok Faiqoh Agustini

  • Bagikan
Perayaan Sunyi: Puisi-puisi Elok Faiqoh Agustini
Sumber: IG @artello_27

NONGKI.NET – Perayaan Sunyi: Puisi-puisi Elok Faiqoh Agustini

Pahlawan Kami

Kau adalah mentari di siang hari

Adalah mawar di taman kota

Dan purnama dikala malam tiba

Niat muliamu, terpancar di sudut-sudut bangsa

Guna terangi kegelapan yang berkepanjangan

Dengan sepeda pancalmu

Kau rela berangkat di pagi buta

Berpuluh-puluh meter jauhnya

Pun tak pernah terdengar kata keluhan yang dilontarkan

Maafkan kami yang terkadang buat engkau kesusahan

Dalam menghadapi kami yang nakal, dan kami yang tak patuh

Tapi seiring berjalnnya waktu kami pun sadar,

Karena mungkin tanpamu

Apalah kami yang hanya budak desa

Bahkan mungkin,

Kami tak akan pernah mengenal apa itu huruf, kata, atau pun kalimat

Terima kasih,

Terima kasih karena telah mengorbankan tenagamu

Terima kasih, telah meluangkan waktumu

Semua itu kau lakukan hanya untuk mencerdaskan kami

Anak bangsa

Surabaya, 01 April 2019

 

Mati Rasa

Aku yang sedang tidak menunggu siapa-siapa

Duduk sendiri, merenung dalam hampa

Mendamba, tapi pada akhirnya yang datang hanya nestapa

Ada yang datang bertandang, tapi pada akhirnya sirna

Tak ada yang benar-benar menetap, melainkan fatamorgana

Tak ada yang benar-benar sudi tuk tinggal,

Yang ada hanya singgah lalu pergi lanjut berkelana

Hingga…

Untuk ke sekian kalinya

Aku acuh dan tak peduli dengan kata asmara

Peduliku telah dirampas oleh amarah

Suatu hari…

Kalaupun ada yang datang

Aku hanya akan diam, dan terus berdiam

Biar pun semesta tergelak dan tertawa

Aku bodo dengan kicauan kata mereka

Dan aku tak akan menyesal dengan semuanya

Karena aku t’lah mati rasa

Rasaku dibunuh oleh kecewa yang berkali-kali datang tanpa rasa tak bersalah

Sidoarjo, 18 Maret 2020

 

Baca Juga:  Link Live Streaming Bayern Munchen vs Bochum Jam 20.30 WIB

Perayaan Sunyi

Tiada kata tuk kuucapkan

Tiada rasa tuk kuungkapkan

Melihat ruang hati sudah usang

Ringkih dan kosong

Mrangkak di atas panji-panji kuasa-Nya

Aku sempat tersesat

Karena aku tlah tenggelam dalam lautan harapan

Aku sempat terbelenggu oleh tali senyuman

Namun maaf,

Kini aku menemukan jalan pulang

Dan aku tak peduli akan perangkap yang kau buat

Selamat tinggal

Aku bahagia meski hanya bersama angin

Dan aku merasa tenang meski hanya dengan gemericik suara air

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan