Kasih Sayang Bencana: Puisi-puisi Nasir Josadewan

  • Bagikan
Puisi Kasih Sayang Bencana: Puisi-puisi Nasir Josadewan
Puisi Kasih Sayang Bencana: Puisi-puisi Nasir Josadewan

Puisi Kasih Sayang Puisi Kasih Sayang Bencana: Puisi-puisi Nasir Josadewan

NONGKI.NET – Puisi-puisi kali ini berjudul: Kasih Sayang Bencana, Jelang Akhir dan Anugerah Ketakutan

Puisi Tentang Kasih Sayang Bencana

Kasih Sayang Bencana

apa kabar, semesta?

di sana, maut sebaik apa?

jangan cepat-cepat mengangkat

kasih sayang bencana

bagi hati yang tak cukup

minat pada hidup

pula mati tak menjadi takut

bukan berani menunggangi

karat iman lebih membalut

kau menjelma beribu luka

beribu penat dan lara

mengembara lekuk lintasan

cabang-cabang jalan

buntu di ujung tanpa tanda

kau di mana?

di kasih sayang bencana?

aku tak menemuimu

duka hanya cerita

mati hanya fiksi

jauh padamu; duka dan mati

gan cepat-cepat mengangkat

kasih sayang bencana

kasih sayangmu?

abai jiwa laknat hambar rasa

kepedihan nikmat sejati

padanya, kau mengecup sanubari

padanya, jalan kepalsuan

terbuntui keaslian

kesepianmu sudah tersampaikan

2020

 

Puisi Tentang Jelang Akhir 

Jelang Akhir

berbondong-bondong manusia

berlari ke utara. dari kejauhan, mata

melihat gunung permata.

berdesak-desakan mereka, tak peduli

siapa yang sesak dan mati. kaki

terus berlari tanpa perlu melihat kanan-kiri.

sipongang suara mengaung: permatanya

di selatan! permatanya di selatan! teriaknya

pada sebelahnya, sambil terus berlari

ke utara. mereka saling mengelabuhi,

saling membohongi dengan

kejujuran. ternyata mereka tak sadar

bahwa yang mereka teriakkan benar.

2020

 

Puisi Tentang Anugerah

Anugerah Ketakutan

Adakah keberanian selain keimanan?

Sendiri membawa bingungnya

Sepi membawa hampanya

Rombong membawa rikuhnya

Ramai membawa riuhnya

Setiap situasi membawa terornya

Memanggil jiwa dan ketakutannya

Adakah keberanian selain keyakinan?

Adakah keyakinan hanyalah iman yang dijalankan?

Betapa takutnya orang yang tak beriman

Betapa takutnya orang yang tak menjalankan keimanan

Baca Juga:  Perayaan Sunyi: Puisi-puisi Elok Faiqoh Agustini

Betapa takutnya orang yang memberanikan diri

Tanpa keimanan

Tanpa keyakinan

Justru atau

Betapa takutnya orang yang beriman dan berkeyakinan

Betapa takutnya orang yang berani setelah ketakutan

Kesemuanya sama-sama ketakutan

Berbeda yang ditakuti

Orang yang bukan kesemuanya

Adakah yang takut dengan ketakutannya sendiri?

2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan