Surat Terbuka Untuk Pemerintah, Presiden Sampai Lurah

  • Bagikan
Surat Terbuka Untuk Pemerintah, Presiden Sampai Lurah

NONGKI.NET- Dear Pemerintah, Presiden sampai Lurah. Ini surat terbuka saya, mohon dibaca. Terkait Corona dan dinamikanya, dari saya Steve Lauda.

Perkenalkan saya Steve Lauda, seorang rakyat jelata, yang sedang berusaha menghidupi keluarga.

Saya belum menikah, dan orang tua saya sakit parah. Saya berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup, dan mempertahankan hidup mereka berdua, ayah dan bunda.

Tadi sedikit tentang saya. Tapi surat ini bukan tentang saya, tapi tentang kami semua, rakyat Indonesia yang tidak berdaya.

Mungkin mereka yang punya, tidak semenderita yang setiap hari bingung mau makan apa. Mungkin anda yang duduk di kursi penguasa salah satunya yang tidak ikut menderita. Mungkin anda merugi karena saham,  tapi banyak dari kami rugi karena tidk paham.

Kami bingung, kami takut, kami marah, dan kami susah. Kami hanya berusaha bertahan hidup di tengah ketidakpastian. Kami mungkin bodoh, tapi kami mohon jangan dibodoh-bodohi.

Ingatlah! Bahwa gaji anda sebagai aparatur berasal dari kami, yang membayar iuran pajak, meski hidup kami pun kian mendesak.

Kami berharap anda semua sadar, bahwa pandemi ini bukan ajang menyelamatkan diri sendiri dan juga kroni-kroni.

Kami berasumsi, karena anda tidak memberi klarifikasi pasti.

Jangan salahkan kalau sebagian dari kami membuat teori konspirasi, sebab fakta menunjukkan ada dari anda sekalian yang bahkan menggunakan dana bansos sebagai kesempatan korupsi.

Jumlahnya sangat besar, tapi kami tidak gusar. Kenapa? Karena untuk hidup hari ini pun, sudah sangat sukar. Bukan juga karena tidak tau, tapi karena tidak waktu.

kami mohon, gunakanlah hati nurani. Kami mohon, tolonglah kami. seperti kami telah menolong anda, mencapai jabatan anda sekarang ini.

Baca Juga:  Komersialisasi Pendidikan dan Kini Bentuknya

Tanpa kami, tidak ada roda ekonomi. Tanpa kami, negara ini akan sunyi. Tanpa kami, jabatan anda hanya ilusi. Tanpa kami, kekuatan anda tidak berarti.

Pandanglah kami sebagai manusia, bukan objek pelengkap derita.

PSBB, PSSI, PPKM, PDIP, GOLKAR, GERINDRA, NASDEM, entah singkatan dari pembatasan kehidupan maupun partai politik, kami tidak lagi peduli.

Yang kami cermati adalah bagaimana bisa tetap hidup demi anak cucu kami.

Beri kami strategi pasti, bagaimana kita bisa melewati semua ini tanpa ada yang untuk sendiri. Sekian dari kami RAKYAT JELATA wahai PEMERINTAH.

Sumber: Instagram @stevelauda_

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan