Surat Untuk Semua Kalangan

  • Bagikan
Surat Untuk Semua Kalangan

Surat Untuk Semua Kalangan – Dari Marioisme untuk semua kalangan. Bacalah wahai warga sipil.

Surat Untuk Semua Kalangan

Selamat pagi yang seagama, yang tidak seagama, se budaya, sesama rakyat jelata. Ini Surat Aku tuliskan di pagi hari tanggal 16 Agustus 2021 Menjelang hari esok Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke – 76 Indonesia Tangguh..Indonesia Tumbuh. Selama saya menikmati bebasnya kemerdekaan, bebasnya cara berpikir, bebasnya cara berbudaya, bebasnya cara memahami berbagai ideologi dunia yang berkembang saat ini.

Surat ini kutuliskan kepada semua kalangan, Pejabat, Pegawai, Petani, Buruh, Mahasiswa, Pemuda, Perempuan, dan seluruh Rakyat Indonesia.

Di Yogyakarta Aku tuliskan dalam rangka proletarisasi pemikiran-pemikiranku selama menjadi Warga Negara Indonesia, dari revolusi jaman sukarno sampai 1945..membuahkan hasil yang namanya kemerdekaan secara tekstual. Setiap seorang pejuang untuk mencapai jenjang atas dalam barisan kekuatan Revolusioner memiliki rekor tindakan yang luar biasa.

Maka mereka akan memperoleh jenjang tersebut atas dasar tindakannya Revolusioner progresif itu. Inilah periode kepahlawanan MARIOISME Yang harus memikul tanggung jawab yang amat berat, untuk tugas-tugas yang amat berbahaya, dengan tiada kepuasan lain dari pada berhasil memenuhi kewajiban yang dibebankan padaku yaitu meluruskan sejarah, mengakrabkan Warga negara, menumbuh kembangkan toleransi sesama umat beragama seluruh dunia, dengan sikap dan Surat ini MARIOISME Mengarahkan sebagai manusia masa depan.

Pada bagian banyan sejarah di negeri ini yang belum beres, maka tindakan-tindakan dedikasi total bagi MARIOISME Perjuangan yang terus menurus harus diulang. Aku menyaksikan dari berbagai sumber buku, majalah, Surat kabar, berita di televisi, tindakan keberanian dan pengorbanan yang luar biasa yang di tunjukkan oleh seluruh Rakyat Indonesia di saat-saat mengalami krisis di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Baca Juga:  Surat Terbuka Untuk Pemerintah, Presiden Sampai Lurah

Banyak penemuan-penemuan untuk melestarikan sikap kepahlawananku ini dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari Sudut pandang ideologis, budaya, kebijakan PPKM, social, politik, economi, serta arah pendidikan yang merupakan salah satu tugas-tugas fundamentalku.

Dalam sejarah yang kutemui nampak jelas karakternya, watak aslinya, yang secara sistematik berulang dan di ulang, serta di freming di berbagai social media dan di konsumsi oleh tokoh agam, politisi, budayawan, negarawan, dan mahasiswa abal-abal. Dengan demikian proses yang berulang ini tentang sejarah dianggap hal biasa, karena jumlah dari berbagai elemen, yang selayaknya sekumpulan tikus, domba, yang disusutkan menjadi jenis tipe yang di paksakan kepada orang lain dari atas.

Namun, tingkat para pemimpin itu memperoleh ke percayaan sesungguhnya hasil dari ketepatan mereka menginterpretasikan keinginan dan aspirasi Rakyat ,,,sebenarnya,,, dalam arti yang sangat utuh dan bijak, Dan dari perjuangan yang tulus untuk memenuhi janji yang dibuatnya sebelum terpilih menjadi pemimpin.

Hehehe… Nampaknya mereka yang mengatakan tentang adanya subordinasi individu di bawah negara bisa benar. Massa melakukan tugas-tugas itu dengan antusias yang tak ada bandingannya dan menjalankan tugas yang digariskan oleh pemerintah, apakah itu di bidang ekonomi, kebudayaan, pertahanan, olah raga. Meski begitu, negara kadang-kadang membuat kesalahan.

Pada saat terjadi kesalahan, yaitu nampak dari menurunnya antusiasme kolektif dikarenakan efek penurunan kuantitatif pada masing-masing elemen yang menyusun massa. Kerja menjadi lumpuh hingga mencapai penyusutan jumlah ke tingkat yang tak memadai. Saatnya negara harus segara membuat koreksi.

Sesuatu yang sulit dipahami bagi seseorang yang tidak hidup melalui pengalaman revolusi adalah keeratan dialektika antara individu dan massa,dimana massa, sebagai kumpulan individu, saling berinterkoneksi dengan para pemimpinnya.

Baca Juga:  Surat Cinta Untuk Fakboy Tersayang

Beberapa fenomena seperti ini memang bisa dilihat di bahwa naungan kapitalisme, ketika para politisi nampak mampu memobilisasi opini umum, namun hal itu bukan sebagai gerakan sosial murni, jika benar-benar murni, maka tidak sepenuhnya benar mengatakan mereka sebagai kapitalis.

Gerakan ini hanya mampu bertahan, jika orang yang itu mampu terus menjadi menginspirasi bagi masyarakat, atau akan bertahan selama kekasaran masyarakat kapitalis terus-menerus menciptakan illusi terhadap rakyat.

Dalam masyarakat kapitalis, manusia dikontrol oleh hukum tanpa belas kasihan yang berada di luar jangkauannya. Makhluk manusia teralienasi dan diikat menjadi sebuah masyarakat oleh sebuah jaringan korda, hukum nilai, Hukum yang berlaku atas seluruh aspek kehidupannya, yang membentuk perjalanan dan nasibnya masyarakat.

Hukum kapitalisme, yang mengelabui dan tak nampak bagi orang kebanyakan, berlaku atas individu tanpa ia menyadarinya. Ia hanya melihat keluasan horison tanpa batas di hadapannya. Inilah betapa hal itu dilukiskan oleh kaum propagandis kapitalis. Apakah benar atau tidak tentang kemungkinan meraih keberhasilan?? 🙏🏻

Tumpukan kemiskinan dan penderitaan yang dipersyaratkan bagi kemunculan bantuan, BLT, Bansos, dan tumpukan kebejatan yang dikandung dalam kekayaan seperti itu, digelapkan oleh lukisan tersebut, dan tidak selalu memungkin bagi kekuatan rakyat untuk melihat secara jernih konsep-konsep hukum kapitalisme ini.

Surat untukmu kawan. !!!

TTD : Bung Mario

Baca juga artikel tentang ‘PEMERINTAH‘ dan surat-surat lainnya di rubrik ‘TITIP SURAT

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan